Blog-Ku

Wednesday, December 15, 2004

Munir-Kalla

Jika ada yang bertanya persamaan antara Munir dan Wapres Jusuf Kalla mungkin orang akan menjawab bahwa keduanya sama-sama-secara fisik semata-berpostur kecil, persamaan lainnya?mungkin bisa kita jawab kalau keduanya ada kaitannya dengan suatu zat yang disebut arsenik. Bedanya Munir -sang aktivis HAM- sampai meninggal gara-gara mengkonsumsi makanan yang mengandung arsenik dan Kalla selamat bahkan tidak sempat mencicipi makanan yang mengandung zat berbahaya tadi.

Zat arsenik semakin populer namanya pasca kematian Munir, dan modus peracunan ini bukan monopoli Indonesia. Salah seorang capres di Ukraina sampai rusak mukanya gara-gara diracun, kita jadi bertanya apakah ada kaitan antara arsenik yang dikonsumsi Munir dengan arsenik yang dimasukan dalam hidangan yang bakal dikonsumsi Wapres, apakah pihak yang sama yang melakukannya ataukah pihak yang belakangan ini justru terinspirasi dengan cara-cara yang dipakai terhadap Munir.Penyelidikan tentunya harus intensif dilakukan agar segera terungkap siapa pelaku dan motif yang melatarbelakanginya. Tetapi kita tetap dibayangi dengan pesimisme kalau berbicara masalah "ketuntasan" di negeri ini. Sedikit sekali kasus yang diungkap sampai tuntas di negara hukum ini.Peti es di negeri ini tampaknya semakin penuh dengan kasus-kasus yang disimpan di dalamnya dan kambing hitam tampaknya akan tetap menjadi trend yang tak ada surutnya.

Ooops nampaknya saya agak-agak melebar bahasannya,tetapi dulu saya sempat membaca sebuah cerita kriminal yang terjadi di Amrik. Alkisah ada seorang suami yang memiliki seorang istri yang sakit-sakitan namun memiliki warisan kekayaan yang melimpah. Sang istri tersebut memiliki kegemaran makan selai strawbery, dan sang suami dengan telaten selalu membuatkan selai strawbery untuk istrinya,ternyata selama ini setiap membuat selai strawbery untuk istrinya sang suami selalu memasukan zat arsenik ke dalam selai tersebut dalam porsi yang sangat kecil. Setelah istrinya meningggal ternyata polisi mengendus adanya kandungan konsentrasi arsenik dalam jasad sang istri malang tersebut.So bukan cuma para politisi saja yang bisa terancam dengan arsenik ini semua orang bisa melakukannya untuk maksud-maksud yang tidak dikehendaki.

Agar tulisan ini terkesan "tuntas" saya menutup dengan menukil sebuah kredo bahwa "dalam sebuah negara yang tidak terurus dengan baik maka kemewahan merupakan hal yang memalukan, dan dalam sebuah negara yang terurus dengan baik maka kemiskinan merupakan hal yang memalukan", mudah2an kasus arsenikum bisa terurus dengan baik dan tuntas tas...tas...taaaaas.....!!!!